Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2016

Goresan Tinta Gus Dur Tentang Harlah, Maulid, dan Natal

 Oleh : KH Abdurrahman Wahid
      Penggunaan ketiga kata di atas dalam satu nafas, tentu banyak membuat orang marah. Seolah-olah penulis menyamakan ketiga peristiwa itu, karena bagi kebanyakan kaum Muslimin, satu dari yang lain sangat berbeda artinya. Harlah (hari lahir) digunakan untuk menunjuk kepada saat kelahiran seseorang atau sebuah institusi. Dengan demikian, ia memiliki "arti biasa" yang tidak ada kaitannya dengan agama. Sementara bagi kaum Muslimin, kata Maulid selalu diartikan saat kelahiran Nabi Muhammad Saw. Dan kata Natal bagi kebanyakan orang, termasuk kaum Muslimin dan terlebih-lebih kaum Nasrani, memiliki arti khusus yaitu hari kelahiran Isa Al-Masih. Karena itulah, penyamaannya dalam satu nafas yang ditimbulkan oleh judul di atas, dianggap "bertentangan" dengan ajaran agama. Karena dalam pandangan mereka, istilah itu memang harus dibedakan satu dari yang lain. Penyampaiannya pun dapat memberikan kesan lain, dari yang dimaksudkan oleh orang yang mengucapkannya.

Minggu, 09 September 2012

Ruh Manusia yang Dikekalkan

       Manusia adalah makhluk hidup yang terdiri dari jasad dan ruh. Ruh dan Jasad adalah dua makhluk yang saling membutuhkan, ruh tidak akan bisa dilihat dengan kasat mata tanpa adanya jasad yang ditempati, sedangkan jasad tidak akan dapat bergerak dan melakukan aktifitas tanpa ada kehadiran ruh. Ruh ditiupkan oleh Malaikat pada awal mula penciptaan manusia melalui perantara rahim seorang ibu, sehingga janin yang hanya berupa jasad dapat berubah menjadi makhluk yang memiliki kehidupan. Akan tetapi ruh akan meninggalkan jasad pada saat ketentuan datang dari Sang Pencipta dan Pemilik ruh yang merubah status makhluk hidup menjadi jasad tanpa ada kemampuan untuk melakukan aktifitas